Mengenal Permission dan Ownership File di Linux: Pondasi Keamanan Sistem – Perwira Learning Center

 

1. Latar Belakang

Pada hari pertama pembelajaran Sistem Administrasi Linux di Perwira Learning Center, saya mempelajari konsep dasar Permission dan Ownership File di Linux. Materi ini dipilih sebagai fondasi awal karena pemahaman terhadap sistem hak akses file merupakan bagian penting dalam pengembangan dan pengelolaan aplikasi berbasis Linux. Sebagai seorang calon Software Engineer, pengetahuan ini sangat diperlukan untuk mengatur hak akses file aplikasi, menjaga keamanan source code, mengelola proses deployment, serta mencegah error dan konflik akses pada lingkungan pengembangan maupun server produksi, khususnya pada sistem yang digunakan secara multi-user.
 

2. Alat dan Bahan

2.1 Perangkat Lunak

  • Ubuntu Server 22.04 LTS
  • Terminal Linux
  • Command Line Interface (CLI)

2.2 Perangkat Keras

  • Laptop pribadi dengan spesifikasi minimum 4GB RAM
  • Virtual Machine melalui VirtualBox
 

3. Pembahasan

3.1 Pengertian Permission dan Ownership di Linux

Permission (izin/hak akses) adalah aturan yang menentukan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan terhadap sebuah file atau direktori. Sedangkan Ownership (kepemilikan) mengidentifikasi siapa pemilik file dan grup yang berhak mengaksesnya.

Analogi Sederhana:
Bayangkan sebuah rumah:

  • Owner = Pemilik rumah (bisa masuk semua kamar)
  • Group = Keluarga yang tinggal satu rumah (bisa masuk beberapa kamar)
  • Others = Tamu (hanya boleh di ruang tamu)

3.2 Mengapa Linux Menggunakan Sistem Hak Akses?

Linux menggunakan sistem hak akses karena dua alasan utama:

  1. Keamanan Sistem
    • Mencegah akses tidak sah ke file sensitif
    • Melindungi sistem dari kesalahan pengguna
    • Mengamankan konfigurasi sistem
  2. Dukungan Multi-User
    •  Linux didesain untuk banyak pengguna sekaligus
    •  Setiap user memiliki ruang kerja terpisah
    •  Administrator dapat mengontrol akses berdasarkan peran

Contoh Nyata: Server perusahaan memiliki file payroll (gaji) yang hanya boleh diakses oleh HR dan Direktur, bukan semua karyawan.

3.3 Konsep User, Group, dan Others

Setiap file di Linux memiliki tiga level kepemilikan:

  1. User (Pemilik) = Orang yang membuat file
  2. Group = Kumpulan pengguna dengan hak sama
  3. Others = Semua pengguna lain di sistem

Contoh Praktik:

bash
# Membuat file contoh
touch laporan_keuangan.txt

# Melihat kepemilikan
ls -l laporan_keuangan.txt

3.4 Owner dan Group Owner

  • Owner: User yang membuat file (biasanya tercantum di kolom ketiga output ls -l)
  • Group Owner: Grup yang memiliki hak akses tertentu (kolom keempat output ls -l)

Contoh Kasus:
Di server sekolah, file nilai siswa dimiliki oleh:

  • Owner: guru_mapel (guru mata pelajaran)
  • Group: guru_sekolah (semua guru di sekolah)

3.5 Struktur Output ls -l dan Cara Membaca Permission

Format Output:

text
-rw-r--r-- 1 budi siswa 1024 Jan 20 10:30 tugas.txt

Penjelasan Per Bagian:

  1. Karakter 1 (-): Tipe file
    • - = Regular file
    • d = Directory
    • l = Symbolic link
  2. Karakter 2-4 (rw-): Permission untuk User
    • r = readable (dapat dibaca)
    • w = writable (dapat ditulis)
    • - = tidak ada hak execute
  3. Karakter 5-7 (r--): Permission untuk Group
    • r = readable 
    • - = tidak writable
    • - = tidak executable
  4. Karakter 8-10 (r--): Permission untuk Others

Visualisasi:




3.6 Contoh Sederhana Kasus File yang Tidak Bisa Diakses

Scenario: File rahasia.txt hanya boleh dibaca oleh pemilik

bash
# Set permission: hanya owner yang bisa baca+tulis
chmod 600 rahasia.txt

# Coba akses sebagai user lain
su user_lain
cat rahasia.txt  # Akan muncul "Permission denied"

Error Message:

text
cat: rahasia.txt: Permission denied

Penyebab: User lain (others) tidak memiliki permission read (r).

3.7 Dampak Salah Set Permission terhadap Sistem

  1. Permission Terlalu Longgar (Contoh: 777)
    • Risiko: Semua orang bisa modifikasi file sistem
    • Dampak: Serangan hacker, data corruption
    • Contoh: chmod 777 /etc/passwd = bencana!
  2. Permission Terlalu Ketat
    • Risiko: Aplikasi tidak bisa berjalan
    • Dampak: Service crash, sistem tidak stabil
    • Contoh: chmod 000 script.sh = script tidak bisa dieksekusi
  3. Kesalahan Ownership
    • Risiko: User tidak bisa mengakses file sendiri
    • Dampak: Produktivitas menurun
    • Contoh: chown root:root ~/document.txt = user biasa tidak bisa akses

Best Practice: Gunakan prinsip Least Privilege - berikan hak minimal yang diperlukan.

 
 

4. Daftar Pustaka

  1. Belajar Linux. (2020). Memahami Hak Akses File di Linux.https://www.belajarlinux.org/
  2. DevNull. (2016). Belajar Linux Dasar - File Permission.https://devnull.web.id/
  3. Universitas Teknokrat Indonesia. (2025). Mudahnya mulai dengan Linux: panduan lenggkap untuk pemula. https://csirt.teknokrat.ac.id/
  4. Jetorbit. (2024).  Mengenal File Permission pada Linux Serta Contoh Penerapanya. https://www.jetorbit.com
  5. Medium. (2025). Memahami Perintah-perintah linux dan  fungsinya.https://medium.com/

Posting Komentar

2 Komentar